Home » , » 2020, Hanya 1% rakyat yang tak bisa nikmati setrum

2020, Hanya 1% rakyat yang tak bisa nikmati setrum


JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berambisi mencapai rasio elektrifikasi pada 2020 mencapai 99%.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi tersebut, pihaknya akan membuka pintu untuk pengembangan teknologi pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah pun telah membuka pintu untuk perusahaan Amerika Serikat yang ingin melakukan pengembangan coal bed methane (CBM) dan shale gas untuk diolah menjadi energi listrik.
"Target kita, tahun 2020 rasio elektrifikasi mendekati 99%. Sekarang sekitar 76,5%. Masih sekitar 23,5 % yang belum dilistriki. Jumlahnya sekitar 14,7 juta rumah tangga belum terlistriki," ujar Jarman di sela seminar bertajuk ”Changing Global Gas Market and Unconventional Gas" di Jakarta, Senin (6/5/2013).
Guna mengejar target tersebut, setiap tahunnya pemerintah mempunyai program elektrifikasi untuk 3 juta rumah tangga baru. Sementara di tahun 2013, pemerintah menargetkan 2,9 juta rumah tangga.
Dengan begitu, diharapkan pada 2020 bisa mendekati 99%. "Itu memerlukan energi baru khususnya untuk pulau terluar karena pulau kecil tidak bisa diinterkoneksi dengan jaringan biasa. Kita akan kembangkan EBT dengan solar panel, turbin. Ini semua memakai baterai dan sudah diterapkan di Miangas. Di sana pakai panel surya dan listrik menyala 24 jam, sedangkan mesin diesel hanya backup saja kalau lagi tidak ada matahari," tuturnya.
Untuk mengurangi penggunaan BBM sebagai sumber energi pembangkit, Jarman mengatakan akan meningkatkan konsumsi batubara sebagai sumber energi pembangkit di 2013. "Tahun lalu 50%, tahun ini pembangkit PLTU dari Fast Track Program I sudah ada beberapa yang masuk, jadi akan naik jadi 56%," ujar Jarman.
Dengan masuknya beberapa pembangkit tersebut, PLN akan memperoleh tambahan listrik sebanyak 3000 megawatt (MW).
Diberdayakan oleh Blogger.